Menu

Title

Subtitle

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

Pengertian Pendekatan Geografi Kompleks Wilayah

March 16, 2017
Setaraf unik disiplin kompetensi, geografi menyimak suatu koordinasi alam yang terdiri kepada bagian-bagian yang saling tersekat. Aliran energi dalam unik sistem merupakan perubahan. Perubahan yang berkesinambungan akan menghasilkan suatu wujud keseimbangan orde.

Suatu koordinasi terdiri daripada tiga bagian berbeda, input, output dan komponen. Kalian ambil saja Tv misalnya. Kita siap menonton tv tidak terpeleset dari komposisi yang berfungsi didalam tv tersebut. Berjalannya sistem ini karena ke-3 bagian dalam sistem tersambung bersama; unit input yang merupakan listrik, bagian output yang berupa gambar dan suara, dan bagian bagian seperti sebeng, speaker, remote, dan antena. Tanpa ke-3 bagian mulai sistem itu tersambung, kalian tidak bisa menonton tv.

Pada koordinasi yang berfungsi baik, semua komponen pantas tersambung bersama. Planet Globe yang mempunyai banyak bagian dapat dipandang sebagai sistem yang susah dan luar biasa besar. Dalam sistem Jagat, input adalah energi yang datang daripada Matahari serta juga upaya yang berawal dari di dalam Bumi, sebagaimana tenaga tektonik. Output ialah perubahan persis yang siap dilihat di sekitar aku dalam mayapada fisik & manusia, sebagaimana panas bersama hujan.

Komposisi Bumi memang suatu orde yang bertautan, sehingga jalan terbaik untuk mempelajarinya secara memahami setiap komponen komponennya dengan variasi pendekatan di geografi. Inilah geografi atas sudut persidangan sistem. Perbincangan ini terus mengalami perkembangan hingga sekiranya geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal secara geografi sistematis (Integrated Geography) digunakan 3 pendekatan ataupun hampiran. Ke-3 pendekatan ini, yaitu pengurangan keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan tinggi wilayah.

1. Pendekatan Lokasi
Dari namanya dapat ditangkap bahwa permufakatan ini mau menekankan saat keruangan. Permufakatan ini mengacukan pada perselisihan lokasi daripada sifat-sifat pentingnya seperti perselisihan struktur, motif, dan prosedur. bangkudepan.com Struktur keruangan terkait beserta elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan contoh keruangan berkaitan dengan tempat distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi / agihan elemen geografi tersebut akan mendirikan pola laksana memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri perihal dengan reformasi elemen pengatur ruang. Ahli geografi berjuang mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah motif sehingga dicapai penyebaran yang lebih cantik, efisien, & wajar. Ulasan suatu sengketa menggunakan perbincangan ini dapat dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H diantaranya berikut ini.
Teka-teki What (apa), untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi.
Pertanyaan When (kapan), untuk mengerti waktu terjadinya fenomena alam.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat pokok alam berlaku.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya kenyataan alam.
Problem Who (siapa), untuk mengetahui subjek / pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena tempat.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui proses terjadinya kenyataan alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Perembukan ini tidak hanya merujukkan pada interaksi organisme secara lingkungan, tapi juga dikaitkan dengan fenomena yang tersedia dan pun perilaku wong. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, ialah perilaku dan fenomena mayapada. Sisi telatah mencakup dua aspek, adalah pengembangan pandangan hidup dan keyakinan lingkungan. Interelasi keduanya inilah yang jadi ciri khas persidangan ini. Mempergunakan keenam problem geografi, penjabaran dengan perembukan ini sedang bisa dilakukan. Nah, pandang contoh analisis mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan sampeyan akan menemukan perbedaannya secara pendekatan keruangan. Untuk menyimak banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.
Identifikasi keadaan fisik yang mendorong terjadinya bencana berikut, seperti jenis tanah, topografi, dan vegetasi di zona itu.
Persepsi sikap serta perilaku masyarakat dalam menuntun alam di lokasi itu.
Identifikasi eksploitasi yang terselip kaitannya secara alih fungsi lahan.
Menganalisis hubungan antara budi daya & dampak yang ditimbulkannya muncul menyebabkan lembak.
Menggunakan hasil analisis berikut mencoba merupakan alternatif pemecahan masalah ini.

3. Susah Wilayah

Ulasan ini merujukkan pada relevansi antara penjabaran keruangan dan analisis ekologi. Analisis itu menekankan ulasan ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan provokator tiap-tiap lokasi. Perbedaan tersebut mendorong unik wilayah siap berinteraksi beserta wilayah beda. Perkembangan daerah yang sama-sama berinteraksi tercipta karena ditemui permintaan & penawaran.

Tiruan analisis renyah wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan koloni. Langkah asal, dilakukan identifikasi wilayah laten di luar Jawa yang memenuhi taklik minimum, sebagaimana kesuburan zona dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Atas hasil pengertian ini dirumuskan rancangan untuk jangka jenjang dan zaman pendek untuk pengembangan daerah tersebut.

Go Back

Comment